Main Cast :
- Taeyeon (SNSD),
- Jessica (SNSD),
- CL (2NE1),
- Mir (MBLAQ),
- Dongwoon (B2ST),
- Seohyun (SNSD),
- Nana (After School),
- Key (SHINee),
- Amber (f(x))
Minor Cast: Kahi, Leeteuk (SuJu), Tiffany (SNSD), Megan Jung (author), Donghae (SuJu), Siwon (SuJu)
Prev: Intro+Teaser, Part 1, Part 2, Part 3, Part 4, Part 5
Amber POV
Natal yang menyenangkan sudah lewat dan kami
terus mencoba yang terbaik untuk latihan. Semua orang mengalami kemajuan yang
sangat pesat setelah hampir sebulan berlatih. Aku menatap wajahku di cermin. Tubuhku yang
terbalut handuk terlihat lebih kurus dari sebelumnya dan rambutku sekarang
sudah panjang menyentuh bahu.
Aku segera mengeringkan tubuhku dan memakai
pakaianku, sudah saatnya makan siang dan aku tidak mau membuat orang lain
menunggu. Aku bergegas keluar kamar sambil menyisir rambutku yang masih basah
menggunakan jari-jariku.
“Baby, kau lama sekali!”
Key muncul di depanku dan mengagetkanku. Dia
menatapku sebentar dan sekejap kemudian bibirnya mendarat mulus di
bibirku. Mataku membulat kaget. Ini sudah kesekian kalinya Key menciumku tapi
tetap saja aku masih merasa gugup dan kaget.
“Ehem...” sebuah suara membuatku melepaskan
ciuman itu. Jessica unnie menatap kami tajam.
“Yak! Kalian ini! Lain kali kalau mau
bermesraan di tempat tertutup! Jangan di depan umum!” sebuah jitakan
masing-masing menghampiri kepalaku dan Key. “Sana! Pergi!”
**A-Plus**
Normal POV
Taeyeon duduk di ruang keluarga sambil
memainkan tablet PCnya. Akhirnya setelah susah payah, dia bisa mendapatkan izin
memegang tabnya walau hanya sebentar. Matanya melebar ketika membaca sebuah
artikel di internet.
Dia langsung berlari ke arah teman-temannya
yang berada di meja makan. “Lihat ini!” serunya dengan sangat heboh.
Mereka berkumpul di sekeliling Taeyeon
melihat apa isi tab Taeyeon. “Unnie ini tentang audisi kita?” tanya Seo.
Taeyeon mengangguk.
Dongwoon mulai membacanya dengan keras. “Big
Star Audition. Ditayangkan live 10 Januari di MBC.”
Beberapa foto terpampang di artikel itu.
Finalis
Seoul Art International University
“Itu
foto-foto kita.” seru Key.
Finalis
Art Majority of Kyunghee University
Finalis
Seoul Art College
“Wah!
Saingan kita banyak sekali.” seru Mir
“Tapi
tunggu! Lihatlah, ada dua orang dari Kyunghee University serta satu orang dari
S.A.C yang Kahi saem tidak sebutkan.” seru Dongwoon.
“Ada
apa ini?” Kahi ikut melihat tab Taeyeon. Membacanya sebentar artikel tersebut,
Bom dan Leeteuk yang baru datang pun segera ikut membaca artikel itu.
“Saem
ada beberapa orang finalis yang belum pernah anda beritahukan pada kami.”
beritahu Dongwoon.
“Benar.
Kemungkinan mereka adalah anak baru yang belum tersebar luas namanya. Kalian
tidak perlu khawatir. Kalian sudah berlatih keras selama sebulan dan kalian
sudah berkembang pesat. Aku yakin kalian semua bisa mendapatkan kontrak di
sebuah management.” ucap Kahi memberi dukungannya.
**A-Plus**
Normal POV
Tanggal
5 Januari. Semua member A-Plus menaiki bus khusus menuju gedung SM dimana
audisi akan diadakan tanggal 10 nanti. Satu-persatu dari mereka turun dari bus
menapaki halaman gedung SM yang bisa dikatakan mewah dan tinggi menjulang itu.
“Wah,
gedung ini bagus sekali. “ puji Key diikuti anggukan semua member.
“Silahkan
lewat sini.” seorang staff menunjukan jalan mereka.
Jessica POV
Ini
adalah perusahaan yang selalu kuimpikan untuk menjadi agencyku. Akan sangat
bagus jika aku bisa menjadi bagian dari perusahaan ini suatu saat nanti.
Kami
melewati koridor gedung itu, bersih dan sangat bagus. Sampai akhirnya kami
melewati koridor dengan gambar-gambar artis SM tertempel di dindingnya. Fotonya
terpampang di salah satu sisi dinding. Membuat mataku panas dan dadaku terasa
sakit. Taeyeon yang berada di sampingku juga menyadarinya.
“Sica
kau harus kuat, araso?”
Aku
mengangguk.
Aku
tau bahwa dia merupakan salah satu artis kebanggaan SM. Jika aku berhasil masuk
SM aku kemungkinan akan bertemu dengannya setiap saat. Itu akan sulit, aku tau.
Tapi apa yang bisa kulakukan? SM adalah impianku sejak lama. Aku tidak boleh
menyerah di sini. Aku mengepalkan tanganku, mengumpulkan semangatku kembali.
**A-Plus**
Kami
memasuki sebuah ruangan besar dengan sebuah mini stage yang sudah tertata rapih.
Kurasa kami akan melakukan audisi di sini. Aku dapat melihat bahwa para peserta
dari Seoul Art College sudah berada di ruangan itu. Tak lama kemudian beberapa
orang dari Kyunghee University masuk menyusul kami.
“Jess!!”
teriak Tiffany yang baru memasuki ruangan itu. Dia berlari ke arahku dan
memelukku erat.
“I
miss you so bad. How are you?”
“I’m
good and always like that. I miss you too. I don’t know that you moved to
Seoul. Since when?”
“Since
2 years ago. I want to be always close to my grandma so I moved here.”
“Good
for you hehe...”
“Perhatian!”
seorang staff berbicara di atas panggung menggunakan mike. “Di sini merupakan
tempat diadakannya audisi nanti. Selama 5 hari ke depan kalian berhak
menggunakan ruangan ini untuk latihan. Kami juga sudah mempersiapkan beberapa
instrumen yang bisa kalian gunakan. Sekarang kalian akan mendapatkan dua tamu
kehormatan. Silahkan masuk.”
Semua
orang menoleh ke arah pintu utama. Dua sosok pria masuk dengan gaya mereka yang
maskulin dan cool.
“Mereka
akan memberi beberapa nasehat. Jadi silahkan manfaatkan waktu ini untuk
berbicara sebanyak mungkin dengan mereka.”
“Annyeonghaseyo.
Choi Siwon imnida.”
“Annyeonghaseyo.
Lee Donghae imnida.”
Mereka
berdua merupakan artis-artis kebanggaan SM.
Beberapa siswa maju mengerumuni mereka, terutama para yeoja. Cuma aku,
Taenggoo, Tiffany, dan seorang yeoja-yang tidak ku ketahui namanya-yang tidak
mendekati mereka.
Taeng
yang berada di sebelah kananku kemudian menggenggam tanganku. Aku menoleh dan
dia mengangguk memberi kode.
Aku
kemudian memperhatikan Tiffany yang hanya sibuk dengan iPhonenya. “Kau tidak
menghampirinya?” tanyaku. “Bukankah dia tunanganmu?”
“Biarkan
saja. Siapa peduli.”
Aku
dan Taeyeon hanya terbelalak mendengarkan jawabannya. Siapa peduli katanya?
Mereka itu sudah tunangan tapi kenapa dia sangat tidak peduli. Aneh! Dengan
cueknya, Tiffany melenggang menjauh dan duduk di kursi dekat panggung.
**A-Plus**
Setelah
menghadiri kelas Kahi saem aku dan Taeyeon memutuskan untuk pergi ke gedung SM.
Kami berencana untuk berlatih di sana. Taeyeon juga mempunyai mimpi yang sama
denganku untuk menjadi bagian dari SM.
Kami
menggunakan taxi menuju kantor SM. Saat kami di sana tidak ada seorang pun yang
menggunakan ruangan itu. Aku dan Taeyeon kemudian duduk di dekat piano dan langsung
mulai berlatih. Aku menekan beberapa tuts piano dan kami pun melakukan
pemanasan pada suara kami.
“Lagu
apa yang kau akan nyanyikan nanti?”
“Entahlah.
Aku sudah memilih beberapa lagu yang mungkin akan kunyanyikan tapi aku belum
yakin.”
“Bagaimana
denganmu?”
“Sama.
Aku juga belum yakin.”
Aku
melihat beberapa pilihan lagu Taeyeon dan mencoba membantunya dengan memainkan
piano sementara dia menyanyi. Walaupun aku tidak sepandai Seohyun setidaknya
aku bisa memainkannya dengan cukup baik.
Ponsel
Taeyeon berbunyi ditengah nyanyiannya membuatnya terpaksa berhenti sejenak.
“Yeoboseyo...
Saem? Waeyo?... Emm, aku sedang latihan tapi kurasa aku bisa... Baiklah. Sampai
jumpa.”
”Sica
mianhe. Aku harus pergi sekarang. Tidak apa-apakan?”
“Memangnya
ada apa?”
“Ada
urusan penting. Tidak apa-apa ya?”
“Ne.
Ceritakan padaku nanti ya.”
“Ne.
Annyeong Sica.”
Aku
melihat Taeyeon yang berjalan tergesa-gesa keluar ruangan. Aku hanya menarik
nafas. Tinggal aku sendiri di ruangan itu. Terasa sedikit aneh memang. Aku
mulai memainkan jari-jariku di atas piano mencoba menyanyikan beberapa lagu.
“Ekhem.”
Aku
menoleh dan mendapati yeoja yang berasal dari Kyunghee University datang menghampiriku ke atas panggung. “Hello. Can I use
the piano too?”
“Of
course. I want to get some break too. By the way, I’m Jessica.” aku menawarkan
tanganku untuk berjabat tangan.
“I’m
Megan Jung or Jung Nayoung. You can call me whatever you want.”
Dia
langsung duduk di kursi piano dan nampaknya dia tidak mau berbincang lebih lama
denganku. Aku mengambil tas tanganku dan pergi ke toilet. Setelah merapihkan
tampilanku aku berjalan-jalan melihat gedung itu. Sesekali menyesap kopi di
tanganku yang kudapatkan di mesin kopi SM.
“Oppa!”
seseorang memanggil dengan suara imutnya. Aku menoleh ke arah pintu utama SM.
Seorang
yeoja berparas sangat cantik dengan tubuh ramping berdiri di samping seorang
namja yang juga sangat tampan. Mereka berdua terlihat sempurna bersama. Mataku
mulai panas serasa bertetes-tetes ari mata ingin jatuh. Jantungku berdegup
kencang dan terasa sangat sakit. Tanganku mengepal erat.
Aku
mengenal mereka berdua. Seorang yang hampir membunuhku dengan rasa sakit hati
dan kecewa. Namja
itu menoleh dan tatapan kami bertemu untuk sesaat. Dadaku serasa makin sakit
dan seketika itu juga aku menoleh ke arah lain. Mulai melangkah menjauh.
Tetes-tetes air mata jatuh membasahi pipiku.
**A-Plus**
Taeyeon POV
Aku
berlari sekencang mungkin keluar dari kantor SM. Menyetop taxi dan kemudian
pergi ke tempat ku dan dia berjanji untuk bertemu. Namsan Park. Akhirnya aku
sampai. Aku berjalan dan melihat sekeliling, mencari sosoknya.
“Taeyeon-a”
panggilnya dan aku menoleh.
“Annyeonghaseyo
saem.”
“Maaf
merepotkan mu untuk datang kesini. Ini kopi sebagai tanda permintaan maaf.
Minumlah,udara sangat dingin.” suruhnya. “Ayo bicara sambil berjalan-jalan.”
“Ne.”
Kami
berjalan-jalan di sekitar Namsan Park. Hanya senyap untuk beberapa saat. Aku
melirik wajahnya beberapa kali. Bertanya-tanya apa yang ingin disampaikannya
sehingga dia menyuruhku untuk kesini? Apakah sepenting itu?
“Taeyeon-ah aku akan wamil.”
Mataku membelalak. “Kapan?” tanyaku pelan.
“Minggu depan. Anehnya aku ingin kau yang pertama
mendengar ini.”
Air mataku menetes dan aku hanya bisa menghentikan
langkahku. Berdiri kaku tak tau harus apa.
“Taeyeon-ah gwenchana?”
Aku menundukkan kepalaku tidak ingin memperlihatkan
air mataku. “Nan ottokhe?”
Leeteuk hanya berdiri menatapku bingung.
“Saranghae.” ucapku atau lebih tepatnya bisikku. Aku yakin
dia tidak mendengarnya tapi kemudian dia memelukku.
“Kalau begitu tunggulah aku.”
**TBC**




No comments:
Post a Comment