Author: Salsabila Khansa (@_skhansa)
Main Cast :
- Taeyeon (SNSD),
- Jessica (SNSD),
- CL (2NE1),
- Mir (MBLAQ),
- Dongwoon (B2ST),
- Seohyun (SNSD),
- Nana (After School),
- Key (SHINee),
- Amber (f(x))
Minor Cast: Kahi, Tiffany (SNSD), Donghae (SuJu), Siwon(SuJu), L (Infinite), G-dragon (Big Bang), Park Bom (2NE1), TOP (Big Bang), Yunho (DBSK), Changmin (DBSK)
Hi! Author is back for the next chapter. Sorry for waiting so long. This series come with a new poster, hope you like it.
**A-Plus**
Jessica POV
Aku berbaring di ranjang besar berwarna pink itu
sambil memeluk Taeyeon. Malam itu dia menangis cukup lama, menceritakan
semuanya. Mulai dari perasaannya pada Leeteuk ssaem hingga kejadian sore tadi
saat Leeteuk mengatakan akan pergi wamil.
“Sudahlah. Lagipula hanya dua tahun Taeng.”
“Tetap saja. Hari dimana aku mengungkapkan perasaanku
seharusnya menjadi hari bahagia bukan menjadi hari dimana dia memberitahuku
bahwa kami akan terpisah selama dua tahun.”
“Iya, aku tahu. Tapi kau seharusnya merasa senang
karena dia juga merasakan hal yang sama denganmu, terlebih lagi dia memintamu
menunggunya.”
“Benar juga.” Taeyeon menyeka air matanya.
“Kau bisa focus pada debutmu sambil menunggunya.”
ucapku dan dia hanya mengangguk.
**A-Plus**
“One… two… three… four… five… six… seven… eight… left… round….”
ucap Kahi mengarahkan koreografi murid-muridnya.
“Okay, one more time!” teriak Kahi.
“One… two… three… four… good! Mir perhatian langkahmu!...Dongwoon tambahkan
kekuatan sedikit ditanganmu! Seohyun perhatikan ritmemu! Taeyeon lebih
bersemangatlah!”
“Last! One… two… three… four… five… six… seven… eight…
left… round… hands up… right… circle… four… five… six! Go up… round… last
pose!” teriak Kahi. “Perfect! Good job everyone!”
Semua terbaring di lantai kayu ruang menari yang
terasa dingin. Sudah lima jam mereka berlatih tanpa henti. Walaupun cuaca
dingin keringat mereka meluncur dari seluruh tubuh mereka membasahi baju kaos
mereka. Kaki mereka terasa mau patah.
“Aahh!” Key yang terbaring di lantai berteriak melepas
rasa frustasinya.
“Kalian sudah melakukan yang terbaik apapun hasilnya
yang perlu kalian ingat adalah kalian harus menyanyi dan melakukan semua dengan
perasaanmu. Kalian harus bisa menyentuh perasaan para juri. Araseo?”
“Ne~”
“Sugohaesseo!”
Nana POV
Aku mengaitkan tanganku dengan Seohyun, kami berjalan
beriringan sampai di gedung SM. Kami membuka pintu kaca dan langsung bisa
melihat logo SM berwarna pink. Kami memasuki ruang audisi besok.
Berdiri memandangi panggung kecil namun sudah didesain
dengan cantik diujung ruangan. Langkah-langkah kaki membuat kami menoleh cepat.
Itu Amber dan Key yang kemudian disusul Mir, Dongwoon, dan CL. Taeyeon dan
Jessica unnie datang beberapa menit kemudian.
“Kalian juga kesini?” ucap kami serentak lalu
dimeriahkan dengan suara tawa kami.
Kami menduduki kursi audience memandang panggung kecil
itu. Setiap orang dalam diam memikirkan sesuatu. Jantung kami berdetak lebih
cepat dari biasanya.
“Sudah dekat!” ucap Jessica unnie. “Mimpi kita.”
“Eum.” angguk kami.
**A-Plus**
Aku keluar dari toilet, merapikan rokku sedikit.
‘Bukk’ tanpa sengaja bahuku menabrak seseorang. “Myungsoo?”
Aku melihat sosok tampan itu berdiri didepanku dengan
tatapan kaget. “Nana?” tanpa melanjutkan perkataanya, dia memelukku erat.
Myungsoo atau L adalah salah satu member boyband
ternama Korea Infinite juga mantan pacarku. Sudah cukup lama sejak aku bertemu
dengannya.
“Bogosiphoyo.” ucapnya ditelingaku.
Aku hanya terdiam disitu bahkan tanpa membalas
pelukannya. Untuk beberapa saat aku membiarkannya seperti itu sampai akhirnya
aku mencoba melepas pelukan itu. “Senang bertemu denganmu lagi Myungsoo.”
“Aku juga. Kau tau betapa aku merindukanmu?”
**A-Plus**
Kaki Mir melangkah
pelan, melihat sekitar gedung itu sampai dia melihat pemandangan yang tidak dia
inginkan. Mir melihat Nana berpelukan dengan seorang namja di depan toilet.
Rasa panas memenuhi relung dadanya.
“Bogosiphoyo.” ucap
namja itu.
Mir bisa melihat
wajah tampan itu dengan jelas sekarang dan dia tau itu adalah salah seorang
member infinite.
“Senang bertemu
dengan mu lagi Myungsoo.”
Nana memberikan
senyum terbaiknya pada namja itu membuat Mir rasanya ingin meledak. Sejak dulu
dia sudah memiliki perasaan pada yeoja setinggi 171 cm itu. Dan pemandangan
seperti ini tidak bisa diterimanya.
“Aku juga. Kau tau betapa aku merindukanmu?” L
membalas ucapan Nana.
Tidak tahan Mir akhirnya meninggalkan mereka sebelum
dia benar-benar meledak.
**A-Plus**
Hari itu gedung SM
terlihat sangat sibuk sejak pagi, dari mulai penyetingan kamera hingga rehearsal.
Staff mondar mandir disepanjang gedung, memastikan semua sudah teratasi. Ruang
tunggu pun tak kalah sibuknya.
Para make-up artist
sibuk memoles wajah para auditioners itu, para stylist sibuk memblow, mencatok,
dan merapihkan tatanan rambut mereka. Beberapa kamera juga berkeliaran untuk
merekam persiapan mereka. Ruang itu terasa pengap.
Beberapa dari mereka
yang sudah selesai dirias menyibukan dirinya dengan sedikit melatih koreo atau
vocalnya. Sebelum penampilan individu, tiap universitas akan menampilkan
penampilan kelompok.
Nana, CL, dan Key
sedang mengulang-ngulang gerakan mereka, mencoba untuk menyesuaikannya sekali
lagi. Mereka adalah main dancer, jika mereka melakukan kesalahan, itu tak
termaafkan.
“Ayo ulangi gaya ini
lagi.” ucap CL.
Mereka terus
mengulanginya. Sementara disisi lain Jessica, Taeyeon, dan Seohyun sedang
melakukan pemanasan pada vocal mereka. Mereka mencoba menyesuaikan beberapa
nada untuk lagu yang mereka akan nyanyikan.
**A-Plus**
CL POV
Hari semakin siang,
suasana makin sibuk di gedung SM. Setelah menyelesaikan rehearsal, make-up, dan
sedikit mengulang koreo bersama Nana dan Key, aku undur diri untuk berkeliling
sebentar.
Agensi terbesar di
Korea ini bukan mimpiku tidak seperti beberapa sunbaeku. Bagiku dimanapun asal
aku bisa berdiri di atas panggung dan mengekspresikan diriku sudah cukup.
Aku mengeluarkan
sebuah uang koin, memasukannya ke slot, dan memilih minuman kaleng kesukaanku.
“Oh ssaem?” saat aku berbalik Bom ssaem sudah berdiri disitu.
“Sudah kubilang
panggil aku unnie saat diluar universitas bodoh.”
“Ah, mian unnie. Kau
kesini untuk mengecek kami?”
“Begitulah.” Dia
mengalungkan lengannya di bahuku. “Bagaimana? Kalian melakukan dengan baik kan?”
“Tentu saja.” Aku
menyesap minumanku.
Bom ssaem adalah guru
termuda di universitas kami. Bisa dibilang dia sangat berbakat dibidang
menyanyi. Diantara semua member A-plus aku yang paling dekat dengannya. Dia
memang sangat terlihat karismatik saat mengajar tapi sebenarnya dia sangat aneh
seperti alien.
“Baiklah aku akan
mengecek teman-temanmu yang lain.”
“Ne.”
Dia berjalan
meninggalkanku sendiri. Aku menghabiskan minumanku dengan cepat sebelum
melempar kalengnya ke tempat sampah. Aku berjalan santai menuju ruang audisi,
diujung koridor. Aku bertemu beberapa peserta audisi, beberapa tersenyum
padaku, beberapa hanya bersikap cuek dan angkuh. Tidak peduli! Fikirku.
‘BUKK’
Aku menabrak
seseorang hingga membuatnya tersungkur di lantai. “Ah, jwesonghamnida.” Ucapku
langsung membungkuk. “Aahh.. ottoekhae?” aku dengan sigap membantunya berdiri.
“Gwaenchana?” tanyaku bersiap-siap kalau-kalau orang ini akan menyemburku
dengan amarahnya.
Tapi dia hanya
mengayunkan tanganya menadakan dia baik-baik saja. Selera fashion namja ini
benar-benar tidak bercanda, fikirku. Dia memakai kemeja abu-abu kotak sepasang
dengan celananya serta sebuah topi putih menghiasi kepalanya. Matanya ditutup
dengan kacamata hitam.
“Aku tidak apa-apa.”
Ucapnya. “Lain kali hati-hati ya.” Dia mengelus lembut rambutku dan melemparkan
senyum, menampilkan deretan gigi putihnya.
Dia kemudian pergi
meninggalkanku yang berdiri membeku ditempat. Senyum itu benar-benar mampu
membuat yeoja manapun membeku seketika.
**A-Plus**
Dongwoon POV
Aku mengintip ke
ruang audisi. Banyak staff sedang bekerja keras untuk memperiapkannya. Dapat
kulihat disudut ruangan, PD sedang berbicara dengan beberapa orang. Aku tau
bahwa mereka adalah para pemilik agensi-agensi artis Korea yang siap mengontrak
kami.
Di sisi lain aku
melihat beberapa orang dengan stand-out looking berkumpul sambil mengobrol.
Mereka adalah beberapa artis kebanggan Korea.
Sejak semalam hatiku
tidak bisa tenang memikirkan hari ini. Aku tahu betul kemampuanku tidak sehebat
yang lain, membuat hatiku tambah berat memikirkannya.
Aku kembali ke ruang
tunggu, duduk disebelah Seohyun. Menegak air mineral di tanganku. Dapat
kurasakan jantungku berdetak dengan sangat cepat.
“Kau kenapa?” tanya
Seo.
“Gugup.”
“Jangan begitu! Aku
tahu kau hebat Dongwoon-a. Aku yakin kita semua bisa menaklukan panggung itu.”
“Benarkah?”
“Eum. Karena kita
layak berada dipanggung yang lebih besar. Jadi singkirkan semua fikiran yang
membuatmu gugup itu dan lakukan yang terbaik, ne?”
Seohyun menunjukan
senyum innocentnya, membuatku terpana untuk beberapa saat. Untuk hal-hal
seperti ini dia memang yang terbaik. Dia selalu bijak dan kata-katanya selalu
bisa menyelesaikan semua permasalahan.
**A-Plus**
Walaupun matahari
mulai menyinari kota Seoul lagi, udara tak berubah tetap dingin. Sesekali
Jessica mengeratkan jaketnya. Taeyeon yang terakhir dirias sehingga ruang
tunggu tidak sepengap tadi hanya terisi oleh para auditioners, para dosen
pembimbing dan beberapa orang penata rias.
Jessica mengecek
ponselnya beberapa kali, melihat komentar netizen terhadap acara audisi ini.
Teaser video sudah dikeluarkan dan nampaknya netizen punya expectation yang
tinggi untuk mereka. Ini membuat Jessica cukup tegang.
“Sica.” Tiffany duduk
disamping Jessica dan langsung memeluknya. “Sudah lama sekali aku tidak
memelukmu seperti ini.”
“Haha, iya yah.”
Jessica membalasa pelukan Tiffany lalu mereka melepasnya.
“Kau tau sejak kau
pindah ke Korea, aku selalu sendiri. Dan Lexy dan gengnya selalu menggangguku.”
“Jinjja? Mian Fany
ya. Aku juga tidak mau meninggalkan LA kalau bukan karena orang tuaku.”
Jessica dan Fany
terus mengobrol sampai suara menggelegar seseorang mengagetkan mereka.
“CHA!” MC Shindong datang
mengunjungi ruang tunggu bersama seorang kameramen mengikutinya. “Yeorobun,
sekarang kita sedang berada di ruang tunggu bersama para peserta hebat kita. Annyeonghaseyo!”
sapannya.
“Annyeonghaseyo!”
sapa kami balik sambil membungkuk.
“Waah. Yeorobun mereka
ini cantik-cantik dan tampan-tampan kan? Aku jadi tidak sabar melihat performen
kalian. Bagaimana apa kalian sudah siap?”
“Ne.” seru kami
serentak.
“Jamkmannyo. Sepertinya
aku mengenal orang ini.” Dia berjalan mendekati Nana. “Yeorobun kalian pasti
mengenalnya kan? Dia sudah berada di bazaar, vogue, elle, kalian bisa
menyebutnya. Model Im Nana! Nana ssi, kau sedang apa disini?”
“Aku salah satu
perwakilan dari Seoul Art International University. Mohon dukungannya!”
“Apakah kau mau
menjadi penyanyi Nana ssi?”
“Ne, aku ingin
menjadi penyanyi. Aku sangat menyukai panggung.”
“Aah~ jadi begitu. Oh!
Ada satu lagi yang menangkap perhatianku disini.” Dia berjalan kesisi lain. “Ah,
Tiffany Hwang, benar kan?”
“Ne. Annyeonghaseyo!”
Tiffany menyapa ke kamera sambil menunjukan eye smilenya.
“Wah, sekarang aku
mengerti kenapa Siwon mengencani mu.”
“Waeyo?” tanya
Tiffany.
“Eye-smile mu sangat
cantik.”
“Kamsahamnida.”
“Bagaimana hubungan
kalian akhir-akhir ini?”
“Mwo, gwenchanayo. Hubungan
kami baik-baik saja, banyak fans Siwon oppa mendukung kami, aku sangat
bersyukur.”
Mendengar itu Jessica
dan Taeyeon merasa aneh karena ucapannya tentang Siwon sangat berbeda dari yang
terakhir kali mereka dengar.
Seketika itu beberapa
orang memasuki ruangan dengan diiringi tatapan terpanah dari para peserta. “Omo!
Omo! Omo! Kalian sedang apa disini?” MC Shindong berteriak.
Siwon, Donghae,
Changmin, Yunho dari SM serta G-dragon dan TOP dari YG memasuki ruang tunggu. Seketika
aura mereka menguasai ruangan itu.
“Annyeonghaseyo!”
sapa mereka di depan kamera.
“Aku tidak bisa
membendung aura kuat kalian.” canda Shindong. “Kalian sedang apa kesini?”
“Kami ingin
menyemangati mereka sebelum audisi.” jawab Yunho.
“Oh, begitu. Siwon ssi
kami baru saja membicarakanmu dengan Tiffany ssi. Kalau dilihat dari dekat
seperti ini, kalian benar-benar serasi.”
“Kamsahamnida.”
“Wah, GD dan TOP juga
disini rupanya. Sudah lama sekali sejak aku melihat kalian. Apa ada yang kalian
ingin sampaikan pada peserta.”
“Mwoji? Emm.. jangan
tegang, nikmati waktu kalian dipanggung dan lakukan yang terbaik. Hwaiting!”
ucap TOP masih dengan gaya coolnya.
“Aaah, ne. GD ssi
apakah menurut mu ada disini yang memenuhi kriteria YG? Kita tahu selera Yang
sajang sangat itu sangat tinggi.”
“Majayo, Yang sajang
sangat ketat dalam mengaudisi. Tapi aku sudah melihat rehearsal tadi kukira akan
ada yang bisa memikat sajangnim.”
“Ah keraeyo? Wah, aku
akan sangat menunggunya kalau begitu.”
**A-Plus**
CL POV
Kamera sudah
dimatikan, dan interview bersama MC Shindong sudah dihentikan. PD-nim sudah
memperingatkan bahwa acara akan dimulai setengah jam lagi. Membuat jantung kami
berdetak sangat cepat termasuk aku.
Aku mengecek kembali
penampilanku dicermin. Melihat bayanganku dicermin membuatku mengingat kejadian
barusan.
“Omo! Omo! Omo! Kalian sedang apa disini?” MC
Shindong berteriak mengagetkanku.
Saat itu Siwon,
Donghae, Changmin, Yunho serta G-dragon dan TOP memasuki ruang tunggu. “Annyeonghaseyo!”
sapa mereka di depan kamera.
Aku baru mengingat,
pantas wajahnya tidak asing dan penampilannya tidak biasa. Orang yang kutabrak
tadi ternyata G-dragon dari YG. Bodohnya aku!
Aku menatapnya dari
kejauhan sosok namja itu, seketika matanya bertemu dengan mataku, tidak
terlepas untuk beberapa saat. Dia lalu tersenyum lebar padaku. Membuat tubuhku
rasanya beku seketika. Untuk pertama kalian aku merasakan hal seperti ini. Hanya
senyuman itu. Hanya karena itu membuat kaki rasanya lemas.
**A-Plus**
Jessica POV
Semua orang mulai
sibuk lagi mempersiapkan pertunjukan yang kurang 20 menit lagi akan dimulai. Aku
keluar dari ruang tunggu yang serasa kembali pengap. Sambil mengeratkan
jaketku, aku berjalan cukup jauh dari ruang tunggu itu, mengelilingi beberapa
sudut gedung SM.
“Persetan denganmu!”
teriak seorang yeoja dari sudut lorong tidak jauh dari tempatku berada.
Aku berjalan pelan ke
asal suara itu, berhati-hati agar suara high-heelsku tidak terdengar. Di bagian
gedung ini sangat sepi.
Aku bisa melihat
Siwon dan Tiffany sedang berdiri menghadap satu sama lain. Tiffany menatap
wajah Siwon yang lebih tinggi darinya. Tatapan Tiffany seperti sedang menatap
orang yang paling dibencinya tapi disudut matanya air mengalir.
Aku hendak
menghampirinya ketika seseorang menahan tanganku.
“Neo?”
Dia menarikku menjauh
dari sana sampai di ruang latihan menari yang tidak kalah sepi. “Apa maumu sih?”
aku menarik paksa tanganku.
Genggamannya meninggalkan
bekas merah disana.
“Ayo kita bicara
sebentar.” ajaknya.
“Sirheo! Tidak ada
yang ingin ku bicarakan denganmu.”
“Wah, Jung Jessica
kau berubah. Kau kenapa sih? Kita sudah lama tidak bertemu? Tidakkah kau
merindukanku?”
Dapat kurasakan
tanganku bergetar hebat dan mataku terasa panas. Bertahanlah Jessica! Batinku. Aku
tidak boleh lagi terlihat lemah di depan berengsek ini.
“Dengar ini Donghae
ssi. Aku bukan Jessica yang dulu. Mwoya? Merindukanmu? Apa kau gila?”
“Wah, tidak kah kau
terlalu kasar Jessica ssi? Aku sangat merindukanmu Jessica ya.”
Perkataan itu semakin
membuat hatiku sakit. Melihat ekspresinya yang tanpa rasa bersalah membuatku
ingin meninjunya. Tapi tanganku tak berdaya, tubuhku lemah terhadapnya, hal ini
yang paling kubenci tapi tak pernah bisa berubah.
Jessica menyeringai. “Beraninya
kau mengatakan itu setelah semua hal yang kau lakukan padaku. Semua hampir saja
terjadi, tapi kau menghancurkannya. Kau menghancurkan hidupku!” stetes air jatuh
mata menuruni pipi Jessica. “Kau membuatku lemah! Aku tidak akan memaafkanmu!”
teriak Jessica diakhir kalimatnya sebelum meninggalkan ruangan itu.
**TBC**

No comments:
Post a Comment