Author: Salsabila Khansa (@_skhansa)
Main cast:
- Key (SHINee),
- Amber (f(x))
Minor Cast: Nana (After School), Taeyeon (SNSD), CL (2NE1)
Length: Friendship, Romance
Author message: Ini murni imajinasi author, kalau ada sedikit kesamaan mohon maaf. Tapi sumpah gue, ini murni bikinan gue kok.
P.S: Please comment! Tolong komment kalau ada kurangnya supaya aku nulisnya bisa lebih baik lagi. Pleaseee.. ! DON’T BASH and DON’T BE SILENT READER!!
Prev: Intro+Teaser
Prev: Intro+Teaser
###
Amber POV
Amber menahan beban berat di tangannya. Buku-buku tebal dan berat membuat Amber berjalan dengan terhuyung-huyung, seakan-akan satu senggolan kecil saja bisa membuatnya jatuh.
Amber menahan beban berat di tangannya. Buku-buku tebal dan berat membuat Amber berjalan dengan terhuyung-huyung, seakan-akan satu senggolan kecil saja bisa membuatnya jatuh.
Apa-apaan
dosen itu menyuruhku membaca semua buku ini. Rutuk Amber dalam hati.
‘BRUUUKKK!!’
Amber jatuh terhuyung ke belakang dan semua buku-bukunya
berhamburan di lantai koridor yang berwarna coklat.
“Ah maaf. Maafkan aku!” seru Amber cepat.
Amber mendongak. “Key oppa” gumamnya lirih. Dia mengikuti arah
pandangan Key. Dan, oh, astaga aku merusakan kameranya. Bagaimana ini?
###
Key POV
“Oh, kamerakuu!!” jeritku.
Yeoja itu hanya duduk mematung sambil menatap kameraku. Aku
mengambil kameraku dengan cepat. Lensa kameraku pecah.
Dia bangkit dan membuka mulutnya untuk mengucapkan sesuatu
tapi sebelum dia mengucapkannya aku sudah menodongkan telunjukku ke wajahnya.
“KAU!” bentakku “Ah, sial!” aku langsung pergi
meninggalkannya.
###
Amber POV
Aku masih mematung untuk beberapa saat. Apa aku telah
melakukan sesuatu kesalahan yang sangat besar? Sepertinya Key sangat marah. Oh,
ya ampun apa yang akan kulakukan sekarang?
Seseorang berdeham dan membuyarkan lamunanku. Ia sadar bahwa
buku-bukunya telah mengganggu jalan orang lain. Ia segera memungut semua
buku-bukunya dengan gerakan cepat.
Aku berjalan kembali ke gedung khusus untuk para member
A-Plus. Aku menghela nafas ketika mendapati gedung itu kosong. Itu bukan hal
biasa.
Aku merebahkan badanku ke sofa hitam. Tanganku terasa pegal.
Aku menatap buku-buku yang kubawa tadi tanpa minat.
“Apa aku harus sendiri lagi hari ini? Bersama buku-buku
menjengkelkan ini? Oh, yang benar saja!”
Normal POV
Gedung itu memang hampir selalu kosong. Terkadang hanya akan
ada Amber saja. Member A-Plus memang sudah terkenal hampir seluruh Korea bahkan
Jepang. Tidak heran mereka selalu mendapat tawaran tampil.
Jessica dan Taeyeon onnie sering menghadiri berbagai acara
untuk menampilkan bakat vocal mereka. Nana sering menghadiri berbagai
fashion show, dan namanya sudah terkenal hingga Jepang. Sedangkan CL, Key,
Seohyun, Dongwoon, Mir sering diundang di berbagai variety show, atau
acara-acara lainnya.
Amber mendesah pelan. Dia adalah angakatan baru jadi namanya
belum terlalu di kenal seperti yang lainnya.
Sudah berjam-jam Amber berada di sana. Lehernya sudah terasa
tegang akibat membaca terlalu lama. Dia menyandarkan kepalanya ke sandaran
sofa, mencoba memejamkan mata. Dia terperanjat ketika pintu gedung itu
tiba-tiba terbuka.
Dia menyipitkan matanya. Astaga itu Key oppa. Perasaan
tegang merasuki dirinya ketika mengingat kejadian tadi pagi.
Dia bangkit “key oppa annyeong” sapanya kikuk
Key menatapnya dingin.
“S..soal tadi pagi aku benar-benar minta maaf. Aku akan
membelikan yang baru kalau perlu. Kumohon maafkan aku. Sungguh aku tidak
sengaja” jelas Amber panjang lebar
“Percuma. Walaupun kau membelikanku 1000 kamera yang lebih
bagus aku tetap tidak akan mau. Kamera itu sangat berharga bagiku” ucap Key
dengan nada ketus.
“Kalau begitu aku bersedia melakukan apapun untukmu asal
kau memaafkanku”
Key menoleh pada yeoja itu. Berfikir sejenak. “Aku tidak
perlu”
“Kumohon!”
“Kenapa kau memaksa sekali?”
“Karena aku tidak suka merasa bersalah pada orang lain.
Arasso?”
“Terserah” ucap Key dan langsung pergi
‘Aiss..
kenapa sih namja itu selalu pergi begitu saja’ gerutu
Amber.
###
Key POV
Aku menempelkan handphone ke telingaku. Suara yang tidak
asing terdengar dari seberang sana.
“Ada apa appa menelponku?”
“Kau belum memutuskan hal yang kubilang kemarin? Tentang
putrid rekan kerja appa. Jangan bilang kau belum melihat foto yang appa
kirimkan padamu kemarin?”
“Oh itu. Aku sudah melihatnya. Dan..”
“Dan?”
“Aku tidak tertarik!”
“Sampai kapan kau mau seperti ini? Kau harus menuruti appa
kali ini”
“Tidak mau!”
“Appa tetap memaksa. Kau boleh menolak dengan satu syarat.”
“Apa itu?”
“Appa akan membebaskanmu kalau kau sudah punya yeojachingu”
“Mwo?” Key terbelalak kaget.
Tiittt… sambungan telepon terputus.
Ah, sial! Appa tau aku masih menyukai yeoja itu tapi kenapa
dia selalu memaksaku? Apa yang harus kulakukan sekarang? Yeojachingu? Yang
benar saja!
Sepanjang perjalanan ke kampus, Key terus memutar otaknya
mencari jalan keluar. Appanya benar-benar membuatnya stress sekarang. Apa yang
bisa dilakukannya sekarang.
Key menekan nomer yang memang sudah dihapalnya.
“Nana?” ucap Key
“Ya. Aku sudah tau untuk apa kau menelponku Key. Aku sudah
mendengarnya dari ajusshi”
“Bagus kalau begitu. Jadi aku tidak perlu menjelaskan
panjang lebar kepadamu. Jadi, sekarang apa kau akan memihak appaku?”
“Aku tidak berniat memihak siapapun. Tapi kurasa appamu
memang ada benarnya juga”
“Sudah kuduga kau pasti memihaknya.”
“Sudah kubilang aku tidak memihak siapapun”tegas Nana “Jadi,
kusarankan kau mencari
yeojachingu kalau kau memang tidak mau dijodohkan dengan
yeoja pilihan ayahmu” Nana langsung memutuskan hubungan teleponnya.
Key kembali memutar otak. Aha.. aku tau caranya! ucapnya pada dirinya sendiri dalam hati.
###
Amber POV
Aku sedang berbincang dengan CL dan Taeyeon onnie ketika
tiba-tiba saja seseorang menarik lenganku.
“Key” ucapku “Lepaskan. Kau menyakiti lenganku!”
“Ikut aku sebentar” ucapnya sambil tetap mencengkram kuat
lenganku.
Dia membawaku keluar gedung, ke tempat sepi yang pasti tidak
dapat orang lain lihat. Ada apa ini? Itulah kalimat yang ada di kepalaku
sekarang.
“Tentang perkataan bahwa kau akan menuruti semua
perkataanku, apa itu masih berlaku?” tanya Key cepat
“Ya,” jawab Amber singkat
“Kalau begitu aku ingin kau menjadi yeojachinguku”
“Mwo?” Amber terbelalak
“Maksudku bukan sungguhan. Tapi hanya pura-pura dan untuk
sementara saja. Kumohon!”
"Em.. b..baiklah. Aku sudah berjanji akan melakukan semua
yang kau minta”
Aku benar-benar kaget ketika Key memintaku menjadi
yeojachingunya. Tapi syukurlah itu hanya pura-pura.
Dia menjelaskan apa yang harus kulakukan dan tidak boleh
kulakukan. Ini semua terasa memusingkan bagiku. Dan sebagai langkah pertama
menjadi yeojachingu pura-puranya aku harus bertemu dengan appanya untuk makan
malam hari ini.
Dan tentu saja Key tidak akan membiarkan appanya bertemu
dengan yeoja tomboy seperti ku. Jadi dia membawaku ke salon untuk menhair extension rambutku dan juga membeli gaun untuk kupakai.
Key membawaku ke sebuah butik. Butik itu berisi gaun-gaun
indah. Seorang pelayan menyeretku ke ruang ganti menyodorkan beberapa gaun
untuk kucoba. Demi Tuhan, memakai gaun sama sekali tidak nyaman untukku.
Dari tadi Key mengatakan ‘tidak’ pada semua gaun yang ku
coba. Apa yang sebenarnya namja ini inginkan.
Ini adalah baju terakhir yang pelayan itu berikan padaku.
Kalau namja itu masih mengatakan tidak aku akan benar-benar menghajarnya. Aku
sudah sangat lelah dan kurasa pelayan itu juga sama.
Aku keluar dari ruang ganti. Dapat kulihat wajah Key
berubah. Sedikit terperangah melihatku. Ada apa? Apa yang ini terlihat lebih
aneh lagi untukku?
“Aku beli yang ini” ucapnya pada si pelayan sambil menunjuk
baju yang kukenakan.
###
Aku keluar dari mobil Key. Restaurant itu termasuk
restaurant mewah di Seoul.
“Ayo” ucap Key sambil menyodorkan tangannya
“Apa?” tanyaku
“Tanganmu. Kemarikan tanganmu” ucapnya
“Oh”
Key menggandeng tanganku. Tangan itu begitu erat menggenggamku.
Jantung berdebar ketika Key menggenggam tanganku. Ah, mungkin aku hanya gugup
karena harus bertemu dengan appanya Key.
Aku membungkuk ketika bertemu dengan appanya Key. Yang
membuatku sedikit terkejut adalah ketika mengetahui bahwa Nana onnie juga akan
ikut makan malam bersama kami.
“Amber” serunya kaget ketika melihatku
“Ne”
“Sedang apa kau disini?” tanya Nana
“Dia yeojachinguku” ucap Key sebelum Amber sempat menjawab.
“Mwo?” Nana melotot pada kami berdua. “Benarkah?”
Aku hanya mengangguk.
“Appa tidak percaya dia yeojachingumu”
“Kenapa?”
“Tidak mungkin kau mendapat yeojachingu secepat itu? Hanya
dalam sehari.”
“Apa yang appa inginkan sekarang? Pembuktian?”
“Ne”
Key
menarik nafas sejenak. Dengan gerakan cepat dia menarik pinggangku dan dia……
menciumku!!!!!!!!
TBC




No comments:
Post a Comment