Author: Salsabila Khansa (@_skhansa)
Main cast:
- Key (SHINee)
- Amber (f(x))
Minor Cast: Nana (After School), Taeyeon (SNSD), CL (2NE1), Nicole (KARA)
Length: Friendship, Romance
Author message: Akhirnya FF pertamaku tentang KeyBer jadi juga. Hehe... Ini imajinasi gue sendiri loh! So, please comment!!!
Prev: Intro+Teaser, Part 1
###
Key menarik nafas sejenak. Dengan gerakan cepat dia menarik
pinggangku dan dia…… menciumku!!!!!!!! Tepat di bibirku. Hanya ciuman sekilas
tapi.. tapi itu sudah cukup membuatku shock. Nafasku terasa sesak. Apa yang
barusan namja ini lakukan. Jantungku berdetak begitu cepat.
###
Aku juga tidak percaya aku bisa melakukannya. Mencium yeoja
yang tidak kucintai. Tapi aku sudah tidak punya cara lain untuk melawan appaku.
Setidaknya sekarang appa tidak bisa berkomentar apapun.
Kulihat wajah yeoja itu masih shock, bukan hanya Amber, appa
dan Nana juga. Aku berharap mereka percaya padanya sekarang.
Aku menyuruh Amber duduk. “Apa appa sudah puas sekarang?”
Appa tersadar dari lamunannya “Ya, setidaknya untuk
sekarang”
Setelah bisa mengendalikan dirinya lagi dia mulai bersikap
biasa tanpa beban. Dia sangat pandai bergaul. Kurasa begitu. Hanya dengan
mengobrol sedikit dia dan appa sudah menjadi sangat akrab.
Aku melirik Nana, dan dia juga menatapku. Sorot matanya
menyuruhku segera memberikan penjelasan padanya.
###
Amber POV
Semua member A-Plus sudah tau bahwa aku dan Key berpacaran.
Awalnya mereka semua heran tapi sekarang mereka sudah menerimanya. Aku selalu
merasa kikuk dan aneh ketika berada di samping Key. Entah sejak kapan. Mungkin
sejak kejadian waktu itu. Perasaanku jadi tak menentu ketika bersamanya,
jantungku selalu berdegup kencang. Huh…
###
Nana POV
Pikiranku menjadi buntu tentang hubungan Key dan Amber. Key
belum pernah member tauku bahwa ia punya yeojachingu. Key selalu memberitauku
tentang yeoja yang dia sukai, dia selalu melakukan itu, aku tau, Key sudah
menjadi lebih berbeda karena dia, yeoja
yang menyakitinya itu. Yang membuatku selalu merasa bersalah ketika melihat Key
bersedih kembali ketika mengingatnya.
“Ya! Nana kenapa kau melamun?” ucap CL dengan keras
“Mwo? Aku tidak melamun. Aku hanya sedang memikirkan sesuatu”
“It’s same you know!”
“Allright. What happend?”
“Kami semua kecuali tentu saja dua sejoli itu” CL menunjuk
pada Key dan Amber “akan pergi untuk makan siang. Kau akan ikut?”
“Tentu, tentu saja!”
“Baiklah. Kaja!” CL menarik lenganku.
###
Amber POV
Aku melihat mereka semua pergi. Aku ingin ikut. Hiks..
kenapa juga namja ini. Aissh.. aku betul-betul kesal padanya sekarang. Awas
saja dia!
###
Key POV
Aku meliriknya sedikit. Dia sedang cemberut karena kularang
pergi makan siang dengan yang lain. Dia benar-benar terlihat lucu seperti itu.
Akhir-akhir ini aku benar-benar merasa nyaman bersamanya.
Amber. Namanya selalu muncul difikiranku. Aku tau aku pernah mengalami hal ini
bersama seseorang. Aku tau perasaan ini. Tapi aku takut mengakuinya.
“Kaja!” aku menarik lengannya membuatnya sedikit tersentak
“Odiso? Kita akan pergi kemana?”
“Sudah, ikut saja!”
Aku mengendarai mobilku dengan cepat. Aku tiba-tiba saja
terfikir untuk pergi ke tempat itu.
“Tempat apa ini?” tanyanya
“Nanjicheon Park. Kau belum pernah kesini?”
Dia menggeleng.
“Aku suka kesini saat musim gugur seperti ini. Pemandangan
disini sangat bagus saat musim gugur”
“Ya, memang. Aku bisa melihat itu”
Aku membidikan kameraku pada objek yang ingin kupotret. Aku
memang sudah membeli kamera baru, tapi aku lebih menyukai kameraku yang lama.
###
Amber POV
Aku hanya berjalan di samping Key yang sedang membidikan
kameranya ke objek yang dia suka. Tempat ini memang sangat bagus. Jalan disini
seperti jalan setapak pada film-film Eropa kuno. Sangat bagus!
Key merangkul bahuku dan membuatku kaget setengah mati.
Jantungku berdebar dengan keras, pipiku serasa memanas.
“Jangan bengong terus. Aku tau kau marah karena aku tidak
mengizinkanmu pergi makan siang dengan yang lain”
Aku menemukan kembali suaraku “Aku tidak marah, aku hanya
sedikit kesal, tapi sekarang sudah tidak”
Entah mengapa, beberapa hari ini aku menemukan Key sangat
baik padaku. Sikapnya yang dingin sudah tidak pernah lagi nampak di depanku.
Dia menjadi entah mengapa …. sangat baik.
“Apa kau punya kenangan khusus di tempat ini?” tanyaku
“Ya, bersama seseorang”
“Nicole?”
Dia menoleh padaku dengan gerakan cepat “Mwo? Dari mana kau
tau”
“Nana onnie sudah menceritakan semua padaku”
“Aisshh… yeoja itu!”
Aku hanya terkikik geli. Key menggandeng tanganku. Jemarinya
begitu hangat dan memberikan sentuhan lembut di tanganku. Terasa sangat pas.
Dia hanya terus berjalan sambil tersenyum, tetap tidak
melepaskan tanganku. Sudah tidak lagi membidikan kameranya. Hatiku terasa
begitu hangat melihat senyumnya, sangat menyenangkan.
Aku mengalihkan wajahku ke depan mencoba tersenyum dan
menikmati pemandangan Namjicheon Park.
###
Key POV
Apakah aku harus mengakuinya sekarang? Bahwa aku … telah
jatuh cinta pada yeoja ini. Tapi ini terlalu cepat!
Ada perasaan lain saat ku menggenggam tangannya. Entah
mengapa tangannya terasa begitu pas ditanganku. Perasaan yang kurasakan saat
ini begitu besar, hangat, dan lebih istimewa. Lebih dibandingkan perasaanku
pada Nicole. Tapi tidakkah ini terlalu cepat, aku tidak mau menyesal lagi.
Kami hanya terdiam, berjalan beriringan sambil berpegangan
tangan. Tapi aku menikmati moment itu, entah mengapa.
“Amber, apa kau mau makan sesuatu?” tanyaku ketika kami
sudah kembali ke mobilku
“Memangnya kenapa?”
“Aku.. lapar”
“Baiklah.. baiklah ayo kita cari restaurant untuk makan”
###
Amber POV
Aku duduk di hadapan Key. Sepanjang jalan dia terus menerus
tentang perutnya yang lapar. Akhirnya kami bisa menemukan restaurant enak di
kawasan Namsan tower.
“Nicole?” ucap Key lirih
“Mwo?” tanyaku. Aku mengikuti arah pandangannya dan … aku
melihat seorang yeoja yang juga sedang
menatap kami.
Dengan langkah ragu dan canggung dia menghampiri kami.
“Annyeong Key, lama tidak berjumpa ya?”
“Nicole?” ucap Key dengan ekspresi kaget
“Ne, lama tidak berjumpa ya” dia duduk disebelah Key dan
tersenyum pada Key
Sepanjang malam itu di restaurant itu, Nicole menghabiskan
malam bersama Key dan aku. Aku tidak terlalu banyak bicara karena Key selalu
terpaku pada yeoja itu, pada apa yang dia bicarakan. Aku tidak berani menyela
pembicaraan mereka. Aku hanya berfikir ‘memangnya siapa aku’.
Dering dari handphoneku membuat mereka berpaling padaku dan
menyadarkan mereka bahwa aku masih berada disitu.
“Waeyo Taeyeon onni?”
“Kami ada di rumah Seo, apakah kau dan Key akan datang
kesini juga?”
“Kurasa tidak! Key sedang bertemu dengan teman lamanya. Jadi
mungkin kami tidak bisa kesitu” ucapku dengan volume suara yang sangat kecil
agar mereka tidak bisa mendengarkan apa yang kubicarakan.
“Baiklah kalau begitu” Taeyeon onnie menutup telponnya
Setelah itu aku hanya duduk diam sambil sesekali meminum jus
yang tadi kupesan. Mereka terlalu asik dengan urusan mereka.
Aku melirik jam tanganku. Sudah pukul 10. Aku sudah bosan
menunggu jadi kuberanikan diri untuk menyela mereka.
“Ehem.. Key” Key menoleh “Sebaiknya aku pulang sekarang.
Tapi kalau kau tidak bisa mengantarku, aku akan pulang dengan taksi”
Key terlihat sedikit bingung, dia melirik Nicole. Dan aku
tau kalau Key masih ingin mengobrol dengan Nicole.
“Baiklah aku pulang duluan”
###
Key POV
Sudah beberapa hari ini aku tidak bertemu ataupun
berkomunikasi dengan Amber. Aku sering menghabiskan waktuku dengan Nicole. Aku
tidak tau apa yang kuharapkan dari Nicole. Kembali padaku? Kurasa tidak.
Aku sudah mencoba menelpon Amber berkali-kali tapi dia terus
menghindar. Aku bertanya pada Nana apa terjadi sesuatu pada Amber tapi dia
bilang Amber baik-baik saja. Tapi kenyataan Amber menghindariku membuatku
uring-uringan.
“Maaf membuatmu menunggu lama” ucap Nicole dan langsung
duduk di depanku. Dia tersenyum.
Aku menatapnya lekat-lekat. Entah apa yang kuharapkan dari
yeoja ini. Kembali padaku? Kurasa tidak. Perasaanku yang dulu selalu kurasakan
apabila berada di dekatnya sudah tidak kurasakan lagi. Aku sudah menyadari
semua perasaanku sekarang. Aku…
“Key?” ucap Nicole
“Ne, waeyo?”
“Boleh aku mengatakan sesuatu?”
“Tentu”
“Key.. aku.. maksudku bisakah kita menjadi seperti yang
dulu?”
“Maksudmu?”
“Aku ingin kita bersama seperti dulu. Aku ingin kau menjadi
namjachinguku lagi”
“Aku…”
###
Amber POV
Aku dari supermarket. Aku melihat pohon-pohon sudah mulai
gundul. Langkahku terhenti di depan sebuah restaurant. Dari jendela aku bisa
melihat Key dan Nicole yang sedang berpelukan . Aku tercengang.
Ada perasaan yang menyesakkan merasuk ke dalam tubuhku.
Sakit! Hatiku terasa sakit. Air mata mulai merember melalui mataku. Ada apa
denganku?
Aku berlari kencang menuju halte bus dekat situ. Aku tidak
tau apa yang terjadi pada persaanku akhir-akhir ini.
Key selalu menghabiskan harinya bersama Nicole beberapa hari
belakangan ini. Dan itu membuatku berfikir untuk menjauhi Key. Aku bahkan sudah
menceritakan semuanya pada Nana onnie.
Tapi.. aku merasa kesepian ketika Key tidak berada di
sisiku. Aku ingin selalu bersamanya. Namanya selalu memenuhi kepalaku. Aku… mencintainya!
Air mata semakin deras keluar dari mataku.
###
Key POV
“Aku ingin kita bersama seperti dulu. Aku ingin kau menjadi
namjachinguku lagi”
“Aku tidak bisa Nicole”
“Waeyo?”
“Aku sudah mempunyai seseorang”
“Apa kau yakin Key?”
“Ya! I never felt like this to anybody. My feeling is more
than what I felt for you. Sorry” aku menunduk. Aku sudah punya jawaban pasti
sekarang.
“Ok. I understand. I hope you will be happy with her”
Nicole bangkit dari duduknya. Tapi sebelum dia beranjak, aku
menariknya kepelukanku. “So sorry.” bisikku “I’m sure that you’ll find your
true love, but it’s not me!”
Aku melepaskan pelukanku dan Nicole pergi tanpa mengucapkan
apapun. Aku melihat setetes air mata jatuh dari matanya.
###
Key POV
Keesokkan
Harinya…
Aku datang lebih awal ke kampus. Tapi kulihat belum ada
siapapun di A-Plus Dorm. Biasanya Amber selalu datang lebih awal. Aku harus
bertemu dengannya hari ini. Harus!
“Key?” aku menoleh dan mendapati Nana sedang berdiri di
ambang pintu.
“Nana. Tentang Amber….”
“Aku sudah tau semuanya Key, tentang hubunganmu dengan
Amber. Kenapa kau harus menjadikan Amber yeojachingu pura-puramu? Kau hanya
perlu mengatakan tidak mau kan pada ajusshi. Kau tidak seharusnya menjadikan
Amber mainan seperti itu.”
“Aku tau. Aku juga merasa bersalah. Tapi sekarang semuanya
sudah berbeda”
“Berbeda?”
“I true falling in love with Amber”
“Mwo?” Nana membelalak
“That’s true. Aku sudah menyadarinya sekarang. Satu-satunya
yeoja yang bisa membuatku melupakan Nicole hanya Amber”
Nana tersenyum lebar dan perlahan mendekat memelukku “Congrats!”
bisiknya “Akhirnya aku bisa menghilangkan rasa bersalahku padamu.”
“Rasa bersalah?”
“Aku selalu merasa bersalah ketika melihatmu sedih hanya
karena Nicole. Aku selalu berfikir seharusnya aku tidak mengenalkanmu pada
Nicole waktu itu”
“Sudahlah. Itu bukan salahmu! Aku juga tidak pernah
menyalahkanmu atas itu. Kau sepupu dan sahabat terbaikku.”
Nana melepaskan pelukannya “Kau juga sepupu dan sahabat
terbaikku. Gomawoyo!”
“Ngomong-ngomong kau harus menemui Amber sekarang” ucap Nana
“Tapi aku tidak tau dimana harus menemuinya”
“Baboya!” Nana menjitakku pelan “Tentu saja di apartementnya”
“Kau betul! Aku harus pergi sekarang”
“Eehhh.. tunggu dulu!” seru Nana
“Waeyo?”
“Sini!” Nana mendekatkan bibirnya ke telingaku. Membisikan sesuatu
yang benar-benar bagus.
###
Amber POV
Nana onnie menelponku menyuruhku ke Namjicheon Park malam
ini. Sekarang sudah pukul 7. Dan Namjicheon Park terlihat sedikit gelap hanya
cahaya bulan yang meneranginya. Dimana Nana onnie?
Ada sebuah SMS dari Nana onnie.
Masuklah! Ada yang sudah menunggumu!
Aku berjalan perlahan menyusuri jalan setapak. Aku tidak
bisa melihat terlalu jelas karena cahaya tidak begitu terang.
Langkahku terhenti ketika melihat …. Key tengah berdiri di dekat
sebuah pohon besar di taman itu. Dia menoleh dan langsung tersenyum padaku.
“Kukira kau tidak akan datang”
Aku hanya tersenyum kikuk.
Dia berjalan menghampiriku dan menggandeng tanganku. Sensasi
itu muncul kembali. Wajah Nicole muncul di kepalaku. Aku mencoba melepaskan
gandengan Key, tapi Key menahannya.
“Key lepaskan!” ucapku
“Waeyo? Aku tau kau senang saat aku memegang tanganmu. Iyakan?”
“Tidak” seruku cepat
Matanya menatapku tajam. Tatapannya begitu tegas menatap
mataku. Sepertinya sekarang dia mulai serius dengan perkataannya.
“Amber kenapa kau menghindariku?” tanyanya serius
“Mwo? Aku.. aku tidak menghindarimu”
“Jangan bohong! Apa karena Nicole?”
“Tidak. Untuk apa aku menghindarimu hanya karena Nicole”
sangkalku
“Amber” nada suaranya melembut “Please don’t do this to me”
Dia melanjutkan kata-katanya “Amber, I never felt true
sadness until you stay away from me and I never felt true happiness until I
with you.” dia terdiam sejenak “I true falling in love with you Amber”
Otakku tidak dapat mencerna kata-kata itu dengan cepat. Serasa
buntu. Aku tidak tau apa yang harus kulakukan. Kata-kata itu benar-benar
membuatku kaget setengah mati.
Aku mengeleng-geleng kepala, mencoba menyadarkan diriku
sendiri. “Is that true?” tanyaku dan dia mengangguk pasti.
Aku tersenyum lebar lalu memeluknya erat.
“Jadi sekarang kau adalah yeojachinguku sesungguhnya”
“Ne!” ucapku mantap.
-TBC-
Yeee… akhirnya bisa buat FF KeyBer. My paporit couple! Mian
ya kalau feelnya ngga dapet.



No comments:
Post a Comment