Author: Salsabila Khansa (@_skhansa)
Cast:
- Super Junior
- Gilrs' Generation
- Byun Baekhyun
- Jung Nayoung (author)
- Jeno (SMRookies)
Length: Romance
Author message: Sorry for taking so long for me to make this part. I've been so busy with my school things. I promise will post the next part as soon as posible :) Thank you for waiting readers.
**Love&Hate**
Taeyeon
tetap melihat satu persatu buku-buku yang memenuhi rak besar itu sambil
terkadang mengambil satu buku, melihatnya sekilas, setelah itu dia akan
mengembalikannya atau menaruhnya di tangannya. Sudah ada dua buku di tangannya
sekarang berukuran cukup besar.
“Mana
sih buku itu?” keluhnya kesal.
Dia
meraih sebuah buku, hatinya mengatakan ‘ini dia’ yang artinya dia menemukan
buku yang dicarinya sejak tadi. Tapi pada saat yang bersamaan seseorang juga
mengambil buku itu. Taeyeon hendak
memintanya dengan baik-baik sampai akhirnya dia melihat orang itu dan…
“Yaak!
Itu bukuku. Kembalikan!”
“Sejak
kapan kau menjadi pemilik semua buku disini!” sahut orang itu yang adalah
Leeteuk. “Aku memerlukannya.”
“Aku
juga, lagipula aku duluan yang memegangnya!” Taeyeon tidak mau kalah.
Leeteuk
mengangkat buku itu setinggi mungkin dengan tangan panjangnya, sayang tubuh
Taeyeon yang pendek membuatnya tidak dapat menggapai buku itu.
“Aw!”
teriak Leeteuk.
Taeyeon
menginjak kaki Leeteuk dan memukul perutnya dengan dua buku besar ditanganya.
Dengan gesit Taeyeon mengambil buku itu dari Leeteuk saat dia lengah.
“Yaak!
Kembalikan!”
Leeteuk
menjitak Taeyeon dan mengambil bukunya kembali.
Suasana
perpustakaan yang biasanya tenang sekarang menjadi riuh. Orang-orang berkumpul
disekitar mereka. Taeyeon yang hendak melawan balik mengurungkan niatnya ketika
seseorang akhirnya menjewer kedua telinga mereka dan menghentikan keributan.
“Semuanya
bubar!” perintahnya. Penjaga perpustakaan berkacamata dengan berbagai kerutan
diwajahnya serta lipstick merah menyalanya entah bagaimana menambah aura
menakutkan disekitarnya.
“Kalian
berdua ikut aku!”
**Love&Hate**
Seohyun
menyusuri koridor dengan terus membaca buku di tangannya. Dia tersadar kelasnya
akan dimulai 5 menit lagi, dia pun mempercepat langkahnya.
“Ah,
unnie. Annyo…” dia hendak menyapa Taeyeon yang lewat dihadapannya tapi kemudian
membatalkan niatnya ketika melihat telinga sebelah kanan Taeyeon sedang dijewer
oleh penjaga perpusatakaan.
Dia
menjadi bingung melihat hal itu terjadi dan menjadi tambah bingung ketika
melihat orang yang satu lagi sedang dijewer adalah Leeteuk. “Apa yang terjadi?”
**Love&Hate**
Jessica
berjalan menyusuri halaman kampus, melewati halaman parkir, lapangan bulu
tangkis, lapangan basket, dan yang terakhir adalah lapangan bola. Dia duduk
disalah satu bangku taman dibawah sebuah pohon besar. Sangat teduh. Dia
mengistirahatkan kedua kakinya.
Hari-harinya
dikampus semakin buruk, tidak ada semangat tersisa di tubuhnya untuk belajar.
Teman-temannya menjauhinya dan orang-orang menatapnya bagaikan orang aneh.
“Goollllll!!”
teriak sekerumun pria yang sedang bermain bola.
Jessica
mengangkat kepalanya mau melihat asal teriakan itu. Tapi kemudian seseorang
menangkap tatapan matanya. Tidak lain dan tidak bukan adalah Donghae. Jessica
yang kesal melihatnya lalu bengkit dan segera beranjak pergi.
**Love&Hate**
“Gool!!”
teriakku dan timku setelah Baekhyun berhasil menedang bola melewati kipper.
Aku
berlari memeluknya. “Jalhaessoe baekhyun!” aku menepuk punggungnya.
Seketika
itu, aku melihat seorang yeoja yang sangat kukenal sedang duduk menundukan
kepalanya. Kemudian dia mencoba duduk tegap dan melihat kearah kami. Pandangan
kami saling menangkap. Aku hendak melangkahkan kakiku kearah nya ketika dia
langsung beranjak dari duduknya dan pergi.
Aku
melihat punggungnya sedikit turun. Tidak seperti nona Jung yang biasa kulihat
berjalan tegap dan penuh dengan kesombongan. Pasti karena masalah itu!
“Hyung
kaja!” ajak Baek meninggalkan lapangan bola.
“Hyung
apa kau mau ikut makan siang denganku?”
“Ah
jinjja? Boleh? Apa kau tidak takut aku akan merusak kencanmu?”
“Kencan
apa?”
“Jangan
bohong. Aku tau kau mau pergi makan siang dengan Nayoung, apa kau yakin tidak
akan mengganggu?”
“Ne,
sebenarnya aku berharap kau datang, aku takut suasana akan menjadi canggung.”
“Jadi
begitu ya, baiklah aku ikut.”
**Love&Hate**
Aku
menyesap Americanoku lalu kemudian menggosokan tanganku yang dingin. “Ah,
dingin sekali. Kemana yeoja itu?”
“Dia
akan sedikit terlambat. Apa hyung mau makan duluan?”
“Ani,
kita tunggu saja.”
Bell
yang tergantung dipintu café berbunyi menandakan seorang pelanggan datang.
“Selamat datang.” Ucap seorang pegawai.
Dia
seorang wanita seumuran Baekhyun dengan kulit putih ciri khas wanita Asia
berambut panjang hitam bergelombang. Dia tersenyum dan melambaikan tangan
padaku dan Baekhyun.
“I’m
sorry I’m late.” Ucapnya fasih dalam bahasa Inggris. “Ah. Donghae sunbae!
Annyeonghaseyo. Jung Nayoung imnida.” Dia menundukan kepalanya.
“Kenapa
kau terlambat?” tanya Baekhyun.
“Mian
oppa. Aku harus menemani Sica unnie ke rumah sakit dulu, kondisinya sedikit
kurang baik.”
“Sica?
Jessica? Jung Jessica?” tanyaku.
“N-Ne.”
“Ah,
mian hyung. Aku lupa memberitahumu Nayoung itu sepupu Jessica sunbae.”
Aku
terkejut. “Jinjja?”
“Ne.
Kokjongma. Aku tidak akan membenci sunbae hanya karena aku sepupu Jessica
unnie dan kalian bermusuhan.”
“Ah
ani. Aku tidak berfikiran seperti itu.” Sangkalku.
**Love&Hate**
“One…
two… three… one… two… three…”
Suara
kelas dance sangat berisik dengan adanya suara keras music dari speaker serta
suara seonsaengnim yang menghitung gerakan mereka. Hyoyeon yang sudah
menyelesaikan gerakannya dengan sempurna menyingkir ketepian kelas mengambil
sebotol air mineral dari tasnya. Nafasnya masih terengah-engah seperti hari
lari berkilo-kilometer.
Eunhyuk
yang juga sudah menyelesaikan gerakannya menepi. “Tidak kusangka kalian akan
secepat itu tercerai berai.”
Hyoyeon
mengeynyit. “Apa maksudmu?”
Dia
menoleh. Eunhyuk saat itu sedang meminum air mineralnya sambil berdiri dan
mendongakkan kepalanya ke atas membuat adam’s applenya kelihatan dengan jelas.
Keringat yang masih mengucur di sekitar kepala dan lehernya serta rambutnya
yang basah, entah kenapa membuat jantung Hyoyeon berdegup kencang seketika.
Hyoyeon
memalingkan wajahnya seketika karena merasa wajahnya memanas dan akan memerah,
dia takut Eunhyuk melihatnya.
“Teman
kalian itu, nuguji? Ah.. si Jessica itu. Hanya karena scandal kecil itu dengan
mudah kalian mengabaikannya.”
“Mwo?”
Hyoyeon bangkit kesal. Matanya menatap tajam Eunhyuk.
“Wae?
Benarkan? Sebenarnya aku tidak peduli dengan dunia pertemanan kalian. Lagipula,
akan lebih mudah bagi kami menguasai kampus ini jika kalian tercerai berai,
benarkan?”
Hyoyeon
yang semakin kesal tidak mampu berkata apa-apa. Dia mengambil tasnya dan keluar
kelas dengan perasaan sangat kesal dan marah. Kesal karena tahu Eunhyuk benar
dan dia tidak bisa membalas perkataanya, dan marah bukan pada orang lain
melainkan dirinya sendiri karena sadar ternyata dia telah melakukan kesalahan
besar dengan menjadi orang keji.
**Love&Hate**
Taeyeon
dan Leeteuk harus menerima hukuman mereka karena berhasil membuat keributan
besar di perpustakaan. Mereka harus membersihkan gudang yang sudah hampir 8 tahun tak tersentuh
tangan.
Mereka
sudah menghabiskan 6 jam untuk membersihkan gudang itu. Mereka menghabiskan
waktu 2 jam untuk mengeluarkan kursi-kursi, meja-meja, lemari, dan semua barang
bekas tak tepakai yang ada di gudang itu.
Baru
kemudian mereka menyapu dan mengepel lantainya. Debu yang tertimbun selama 8
tahun membuat lantai gudang itu tidak mudah untuk dibersihkan. Sudah 3 jam
mereka berusaha membersihkan debu yang sangat tebal dilantai itu.
“Ah,
kenapa debu ini tidak hilang juga.“ keluh Taeyeon. “Kenapa aku harus
membersihkan gudang ini. Mereka fikir mereka siapa bisa menyuruhku melakukan
pekerjaan sialan ini. Akh!” dia melempar kesal lap yang sedari tadi dia gunakan
untuk menggosok lantai.
PLANG
Suara
tongkat kayu kain pel yang Leeteuk lempar memenuhi ruangan. “YAK! KAU KIRA
HANYA KAU YANG KESAL? AKU JUGA! BERHENTILAH KOMPLAIN AKU CAPEK MENDENGARKANMU
DARI TADI!”
Leeteuk
berteriak membentak Taeyeon karena kesal mendengar keluhan Taeyeon. Sedang
Taeyeon yang melihat itu hanya bisa berdiri bengong sekaligus kaget. Perlahan
kakinya lemas dan dia terduduk dilantai.
Hiks
hiks
Dia
mulai menangis. Dia merasa sangat ketakutan bukan hanya karena kegelapan malam
yang mulai menguasai hari itu melainkan juga karena bentakan Leeteuk tadi.
Untuk pertama kalinya, ada pria yang membentaknya.
Leeteuk
juga merasa shock ketika Taeyeon mulai menangis. Untuk pertama kalinya juga dia
membuat seorang yeoja menangis akibat perbuatannya. Dia bingung harus berbuat
apa.
Dia
berjongkok di depan Taeyeon. “Mian.” Ucapnya. “Gwenchanji?” tanganya menggapai
bahu Taeyeon. “Ya! Kim Taeyeon, jeongmal mianhae. Berhentilah menangis.”
“Cup
cup. Berhenti menangis ya. Kau membuatku takut kalau begini terus.” Leeteuk
berusaha keras untuk menenangkan Taeyeon.
Tiba-tiba
seseorang membuka pintu gudang. “Taeyeoni apa kau disini?”
**Love&Hate**
Sunny
POV
Aku berjalan
ke perpustakaan, mengintip dibalik pintu besarnya melihat ke dalam. Pandanganku
mengedar ke seluruh arah, Taeyeon tidak ada. Aku telah mencarinya disemua tempat
dan disini pun tidak ada.
“Seohyuni.”
Panggilku ketika Seohyun yang sedang asyik membaca bukunya hampir melewatiku
tanpa menyapa.
“Ah,
unnie annyong!” sapanya bahagia ketika dia melihatku.
“Kau
itu! Kenapa asyik sekali membaca sampai tidak melihatku sama sekali?” aku
memonyongkan sedikit bibirku ngambek. “Eh, tapi apa kau tidak melihat Taeyeon?
Dia bilang dia ingin pulang bersamaku, Sooyoung, dan Hyoyeon. Aku tidak dapat
menemukannya sedari tadi.”
“Oh,
itu, aku tadi melihatnya bersama penjaga perpustakaan dan Leeteuk sunbae?”
“Mwo?”
“Ani,
jangann salah paham. Setelah kufikirkan lagi apa yang kulihat tadi sepertinya
mereka terlibat masalah lagi. Aku melihat mereka dijewer.”
Setelah
berhasil mengetahui tempat hukuman dari penjaga perpustakaan killer itu, aku
langsung berjalan cepat. Jam sudah menunjukan setengah 7 malam, langit mulai
gelap. Walau masih ada cukup banyak orang yang berlalu-lalang di sekitar
gedung-gedung kampus, perjalanan menuju gudang itu cukup menakutkan tanpa ada
yang menemani.
Aku melihat
ada cahaya yang keluar dari gudang itu walau remang. Kuberanikan membuka pintu
itu. “Taeyeoni apa kau disini?” tanyaku.
Betapa
terkejutnya aku melihat Taeyeon sedang terduduk menangis dilantai, Leeteuk
sedang berjongkok dihadapannya dan meletakan tangannya di bahu Taeyeon.
“Yak!
Apa yang kau lakukan pada Taeyeon?” reflex aku lepaskan tangan Leeteuk dari
bahu Taeyeon dengan keras karena emosi. “Taeyeon gwaenchani? Ayo kita pulang.” Aku
membimbing Taeyeon yang masih terisak keluar dari gudang itu dan mengajaknya
pulang.
Sementara
Leeteuk masih berdiri bengong melihat kami berdua meninggalkanya sendiri.
**Love&Hate**
Donghae
POV
Aku duduk
di kursi belakang, memandang keluar jendela, melihat gedung-gedung tinggi kota
Seoul yang menjulang sementara supirku Pak Jang menyupir di depan.
Aku memikirkan
cerita Nayoung kemarin tentang nona Jung.
Flashback
“Ngomong-ngomong
nona Jung itu sakit apa sampai kau harus menemaninya ke rumah sakit?” tanyaku
memberanikan diri.
“Sepertinya
scandal di kampus membuatnya benar-benar tertekan sehingga dia mengalami
masalah dengan nafsu makannya.”
Aku dan
Baekhyun hanya mengangguk mengerti, aku lalu menyeruput Americanoku lagi.
“Aku
tidak mengerti mengapa bergaul dengan anak jalanan dianggap menjijikan.”
“Sebenarnya
tidak juga sih, tapi Jessica sunbae itu anggota Girls’ Generation. Orang-orang
mempunyai expectation lebih padanya.” Baekhyun ikut buka suara.
“Memang
sih. But poor her. Jessica unnie is a very nice and warm hearted girl. I just
don’t understand why people put her on this situation. Maksudku, dia hanya
berusaha menolong anak-anak itu, iya kan?”
End
of Flashback
Masih
dengan posisiku yang menatap keluar jendela, aku masih memikirkan perkataan
Nayoung. Sebenarnya memang tidak salah bergaul dan menolong mereka, tapi kenapa
orang-orang menganggapnya salah.
BUKK
Aku masih
memikirkan semua perkataan Nayoung ketika tiba-tiba supirku, pak Jang mengerem
mobil mendadak membuatku terhempas ke depan menubruk kursi supir. Membuat
kepalaku merasa sakit luar biasa.
“Ada apa
pak Jang?” tanyaku sambil tetap memegang kepalaku yang sakit.
“Itu tuan…
Itu… Sepertinya aku menabrak orang.”
“Mwo?”
kagetku.
Dengan cepat
aku keluar dari mobil melihat orang yang tidak sengaja tertabrak mobilku. Dia
seorang namja kecil, kepalanya mengeluarkan darah, dengan segera aku
menggendongnya ke dalam mobilku.
“Rumah
sakit pak Jang! Ppali!”
**Love&Hate**
Namja
kecil itu duduk di ranjang putih rumah sakit. Untunglah kepalanya tidak terluka
parah. Aku menghampirinya setelah menemui dokterr yang menanganinya. Dia
menunduk menatap lantai rumah sakit jadi aku berjongkok agar bisa menatap
matanya. “Annyeong!”
Dia hanya
menatapku bingung, membuatnya terlihat sangat lucu. Dia baru berumur sekitar 3
tahun, tubuhnya sangat kotor tapi terlihat tetap lucu dengan mata besarnya.
“Neo
gwenchana? Jangan takut! Aku Donghae hyung. Namamu siapa?”
“Jeno.”
Jawabnya cepat.
“Aah, Jeno.
Orangtuamu dimana?”
Dia
mengangkat telunjuknya dan menunjuk ke atas, matanya menerawang sejenak. Aku
melihat ke arah yang ditunjukannya.
“Langit.”
ucapnya singkat.
“Begitu
rupanya. Lalu kenapa kau berada di jalan sendiri? Keluargamu yang lain?”
Dia
menggeleng singkat. “Gomo pergi, dia jahat. Samchon juga jahat. Aku ditinggal
sendiri.” Jawabnya polos dan singkat tapi aku mengerti, sepertinya dia telah
dibuang oleh keluarganya. Sekarang apa yang harus kulakukan?
TBC
Extra : Jeno 10 years later


wah daebakk keren lanjut thor
ReplyDeleteHai, reader baru =D..
ReplyDeleteMaaf baru bisa komen di part ini =)
Lanjut thorr ffnya..
Semoga jessica sakitnya gak parah ya..
Ditunggu kelanjutannnya..